Inilah Sejarah dan Majalah Paling Berpengaruh di Dunia

Majalah (magazine) adalah penerbitan berkala yang berisi artikel, cerita, dan sebagainya. Kata ‘magazine’ berasal dari Bahasa Perancis ‘magasin’ yang berarti gudang atau ruang tempat menyimpan sesuatu. Dalam pengertian lain Majalah (bahasa Inggris: magazine, periodical, glossies atau serials) adalah penerbitan yang dicetak menggunakan tinta pada kertas, diterbitkan berkala, misalnya mingguan, dua mingguan, atau bulanan.

Majalah berisi bermacam-macam artikel dalam subyek yang bervariasi, yang ditujukan kepada masyarakat umum dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang. Biasanya, majalah didanai oleh iklan, harga penjualan, biaya berlangganan yang dibayar di awal, atau ketiganya. Kini majalah dapat dibedakan dari koran dan buku berdasarkan format, ragam isi, dan target khalayak yang lebih spesifik.

Sejarah Majalah

Pada awalnya majalah sesungguhnyan berkembang di Inggris. Majalah pertama kali berisi tentang humor terseleksi dalam mingguan,
dwimingguan atau bulanan, karya fiksi atau esay tentang politik-sastra-musik dan sebagainya. Majalah pertama di Amerika justru berkembang di Philadelphia. Majalah berisikan kurang lebih sama seperti yang berkembang di Eropa. Bahkan sampai-sampai majalah awal di Amerika cenderung diwarnai dengan isi politik.

Beberapa majalah disebut miscellanies. Majalah ini adalah majalah yang berisi sekian ragam isi yang bisa dibaca oleh masyarakat. Beberapa majalah mempunyai pengaruh yang penting bagi masyarakat. Pengaruh ini terjadi karena majalah bisa menggambarkan atau melaporkan kejadian kepada masyarakat mengenai topik-topik yang hangat dalam masyarakat, seperti penggambaran dan pelaporan masalah perang saudara di Amerika.

Sejarah Majalah di Indonesia

Sejarah keberadaan majalah sebagai media massa di Indonesia dimulai pada massa menjelang dan awal kemerdekaan Indonesia. Di Jakarta pada tahun 1945 terbit majalah bulanan dengan nama Pantja Raja pimpinan Markoem Djojohadisoeparto dengan prakarsa dari Ki Hadjar Dewantoro, sedang di Ternate pada bulan oktober 1945 Arnold Monoutu dan dr. Hassan Missouri menerbitkan majalah mingguan Menara Merdeka yang memuat berita-berita yang disiarkan radio Republic Indonesia. Di kediri terbit majalah berbahasa Jawa Djojobojo, pimpinan Tadjib Ermadi. Para anggota Ikatan Pelajar Indonesia di Blitar menerbitkan majalah berbahasa jawa, Obor (Suluh).

Awal Kemerdekaan

Soemanang, SH yang menerbitkan majalah Revue Indonesia, dalam salah satu edisinya pernah mengemukakan gagasan perlunya koordinasi penerbitan surat kabar, yang jumlahnya sudah mencapai ratusan. Semuanya terbit dengan satu tujuan, yakni menghancurkan sisa-sisa kekuasaan belanda, mengobarkan semangat perlawanan rakayat terhadap bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional untuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat.

Zaman Orde Lama

Nasib majalah pada masa orde lama dapat dikatakan sangat tragis sejak dikeluarkannya pedoman resmi untuk penerbit surat kabar dan majalah di seluruh Indonesia. Dalam pedoman ini surat kabar dan majalah di Indonesia wajib menjadi pendukung, pembela dan alat penyebar “Manifesto Politik” yang pada saat itu menjadi haluan negara dan program pemerintah. Akibatnya perkembangan majalah tidak begitu baik majalah yang terbit relatif sedikit. Sejarah mencatat majalah Star Weekly, serta majalah mingguan yang terbit di Bogor bernama Gledek, namun hanya berumur beberapa bulan saja.

Zaman Orde Baru

Awal orde baru, banyak majalah yang terbit dan cukup beragam jenisnya, diantaranya di Jakarta terbit majalah Selecta pimpinan Sjamsudin Lubis, majalah sastra Horison pimpinan Mochtar Lubis, Panji Masyarakat dan majalah Kiblat. Hal ini terjadi sejalan dengan kondisi perekonomian bangsa Indonesia yang makin baik, serta tingkat pendidikan masyarakat yang makin maju.

Perkembangan Majalah

  • Di Inggris

Majalah di Inggris (London) adalah Review yang diterbitkan oleh Daniel Defoe pada tahun 1704. Bentuknya adalah antara majalah dan surat kabar, ukuran halaman kecil, set terbit tiga kali satu minggu. Defoe bertindak sebagai pemilik, penerbit, editor sekaligus sebagai penulisnya. Tulisannya mencakup berita, artikel, kebijakan nasional, aspek moral dan lain-lain. Tahun 1790, Richard Steele membuat majalah The Tatler, kemudian bersama-sama dengan Joseph Addison ia menerbitkan The Spectator. Majalah tersebut berisi masalah politik, berita-berita internasional, tulisan yang mengandung unsur-unsur moral, berita-berita hiburan, dan gosip.

  • Di Amerika

Benjamin Franklin telah memelopori penerbitan majalah di Amerika tahun 1740, yakni General Magazine. Tahun 1820-an sampai 1840-an merupakan zamannya majalah. Majalah yang paling populer saat itu adalah Saturday Evening Post yang terbit tahun 1821, dan North American Review. Pada pertengahan abad 20 tidak ada majalah yang sesukses Reader’s Digest yang diterbitkan oleh suami istri Dewitt Wallace dan Lila, pada tahun 1922, ketika mereka masih 20 tahun. Pada tahun 1973 Reader’s Digest dapat mencapai pelanggan sebanyak 18 juta untuk pembaca di Amerika saja, dan pembaca lainnya di dunia.

Keberhasilan Reader’s Digest telah mendorong munculnya majalah Time. Selanjutnya terbitlah majalah Life, Fortune, dan Sport Illustrated. Life merupakan majalah berita yang banyak menggunakan foto. Majalah lainnya yang sukses adalah Playboy yang diterbitkan tahun 1953. Playboy adalah majalah khusus untuk pria yang pada tahun 1970-an, dan sirkulasinya mencapai 6 juta eksemplar.

Majalah Paling Berpengaruh

1. People

People (awalnya bernama People Weekly) adalah sebuah majalah mingguan Amerika Serikat yang menyajikan kisah-kisah selebritis, human interest, dan berita yang diterbitkan oleh Time Inc. Dengan jumlah pembaca mencapai 46,6 juta orang dewasa, People memiliki jumlah pembaca terbesar dibandingkan majalah Amerika lainnya. People paling dikenal karena penghargaan khusus tahunannya bertajuk “Most Beautiful People”, “The Best Dressed”, dan “The Sexiest Man Alive”.

People meraup pendapatan sebesar $997 dari iklan pada tahun 2011, pendapatan iklan tertinggi dibandingkan dengan majalah Amerika manapun. Pada tahun 2006, majalah ini memiliki sirkulasi 3,75 juta dan pendapatan mencapai $ 1,5 miliar. People dinobatkan sebagai “Magazine of the Year” oleh Advertising Age pada bulan Oktober 2005 atas keunggulannya dalam editorial, sirkulasi dan iklan. People menempati peringkat ke-6 dalam daftar tahunan Advertising Age “A-list” dan #3 dalam Adweek “Brand Blazers” pada bulan Oktober 2006.

2. Time

TIME adalah sebuah majalah berita mingguan Amerika Serikat. TIME diterbitkan dalam beberapa edisi, edisi Eropa (Time Europe, dulu bernama Time Atlantic) diterbitkan dari London. Time Europe dijual di Timur Tengah, Afrika dan (sejak 2003) Amerika Latin. Edisi Asia (Time Asia) berpusat di Hong Kong, sedangkan edisi Kanada (Time Canada) berpusat di Toronto.

TIME terkenal akan garis merah di keempat sisi sampulnya yang banyak ditiru majalah lainnya. Fiturnya yang paling terkenal sepanjang penerbitannya adalah Person of the Year (Tokoh Tahun Ini, dulu bernama Man of the Year). Yang terpilih tidak harus orang baik, karena kriteria yang digunakan adalah orang tersebut harus merupakan orang yang paling memengaruhi berita-berita pada tahun tersebut. Contoh tokoh yang dibenci yang pernah menjadi Person of the Year adalah Adolf Hitler atau Ayatollah Khomeini. Selain itu, alat-alat atau robot pun kadang dapat mendapat gelar ini.

Edisi pertama TIME diterbitkan pada 3 Maret 1923, dengan Joseph G. Cannon, anggota DPR AS di sampulnya. TIME terbit lebih awal dari pesaing-pesaingnya, sekaligus menciptakan format majalah berita mingguan. Ia didirikan pada 1923 oleh Briton Hadden dan Henry Luce. Keduanya telah pernah bekerja sama semasa di Yale, menjadi editor dan ketua Yale Daily News. Hadden meninggal pada 1929, dan Luce menjadi orang penting di TIME dan tokoh besar dalam media pada abad ke-20.

Hadden adalah orang yang periang, dan menganggap TIME sebagai sesuatu yang penting namun juga menyenangkan. Ini turut memengaruhi isinya yang hingga kini kadang masih dianggap terlalu ringan untuk berita serius.

3. Playboy

Playboy adalah nama sebuah majalah dewasa yang terkenal dengan foto-foto wanita bugilnya. Diterbitkan pertama kalinya pada tahun 1953 di Amerika Serikat oleh Scientitts dan rekan rekannya di Amerika Serikat.

Perusahaannya sendiri menjadi Playboy Enterprise Inc., di mana Playboy tidak berhenti pada majalah saja, tetapi merambah keberbagai bentuk media seperti: penerbitan, perizinan penggunaan nama Playboy komersial, Playboy TV, dan hiburan.

Selain photo-photo sensual, Playboy juga memuat artikel mode, olahraga, barang-barang komersial, dan wawancara dengan tokoh tokoh ternama seperti: Bob Dylan, Michael Jordan, Bill Gates, dan Mohammad Ali. Playboy juga pernah melakukan wawancara fenomenal dengan Fidel Castro, Yasser Arafat, Moammar Khadafi dan Malcolm X.

Selain itu, banyak penulis fiksi kawakan seperti: Margaret Atwood, Tom Clancy, Roald Dahl dan Arthur C. Clark mengontribusikan cerita pendek mereka di Playboy yang kemudian menjadi tulisan yang terkenal.

4. Majalah Forbes

Majalah Forbes adalah sebuah majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat yang didirikan pada 1917 oleh B.C. Forbes. Setelah kematiannya pada 1954 dan putra Bruce pada 1964, majalah ini terkenal bersama sang putra kedua Malcolm Stevenson Forbes, yang akrab dipanggil Malcolm Forbes (1917–1990). Majalah ini bermarkas di Fifth Avenue di New York City.

Forbes terkenal akan daftar-daftar perusahaan dan orang-orang terkaya di dunia, di antaranya Forbes 500 (perusahaan terkaya di dunia), Forbes 400 (pengusaha terkaya di Amerika Serikat), World’s Richest People (daftar orang-orang terkaya di dunia). Saat ini, perusahaan tersebut dan majalahnya dipimpin Malcolm Stevenson Forbes Jr., (Steve Forbes) (1948–), dan saudara-saudaranya. Majalah Forbes pertama kali diterbitkan di Indonesia oleh PT Wahana Mediatama pada bulan November 2010.

5. National Geographic

National Geographic, sebelumnya disebut National Geographic Magazine, adalah majalah resmi National Geographic Society. Majalah ini telah diterbitkan semenjak tahun 1888, sembilan bulan setelah pendirian National Geographic Society. Majalah ini diterbitkan setiap bulan dan tersedia dalam edisi cetak maupun daring. Pada tahun 2011, majalah National Geographic telah beredar di seluruh dunia dalam tiga puluh enam bahasa dengan sirkulasi global sebesar 8,3 juta.Sirkulasinya di Amerika Serikat tercatat sekitar 5 juta per bulan.

Ada 12 isu bulanan National Geographic per tahun, ditambah setidaknya empat suplemen peta tambahan. Pada kesempatan langka, isu-isu khusus majalah juga diciptakan. majalah ini berisi artikel tentang geografi, ilmu pengetahuan populer, sejarah dunia, budaya, peristiwa terkini dan fotografi tempat dan hal-hal di seluruh dunia dan alam semesta.