Novel : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Unsur Serta Jenisnya

Novel merupakan sebuah buku karangan yang memiliki alur cerita yang panjang. Jenis buku yang satu ini memiliki banyak penggemar mulai dari anak remaja sampai orang dewesa maupun itu pria atau wanita. Alur cerita yang disajikan oleh novel juga beragam, mulai dari motivasi, keluarga, persahabatan dan bahkan hubungan percintaan.

Mungkin sebagian dari Anda ada yang gemar membaca novel ketika waktu luang. Membaca novel bisa mengurangi rasa jenuh ataupun stress karena ketika membaca beban yang ada dipikiran akan tersingkirkan untuk sejenak. Eiitss, tapi tunggu dulu, saya penasaran nih kira-kira kalian tau tidak sih novel itu apa? Mungkin sebagian dari Anda tau dan sebagian lagi mungkin cuman gemar membacanya aja tapi tidak tau apa sebenarnya novel itu. Tapi bagi Anda yang kurang paham, tidak perlu khawatir deh karena kali ini kami akan membahas tentang novel. So, ikuti terus artikel ini ya.

Apa itu Novel?

Novel dalam arti umum adalah sebuah bentuk karya yang termasuk dalam kategori sastra. Karya ini memiliki bentuk prosa yang memiliki dua buah unsur pembentuk. Unsur pembentuk yang pertama adalah unsur eksrinsik. Selain unsur tersebut ada pula unsur intrinsik sebagai pembentuk sebuah novel. Kata novel sendiri merupakan serapan dari bahasa itali dengan arti sebuah cerita atau sebuah cerita, Bahasa Itali yang diserap adalah “novella” kemudian menjadi novel dalam bahasa Indonesia.

Novelis adalah seseorang yang menulis sebuah cerita novel atau pengarang sebuah novel. Perbedaan novel dengan cerpen dapat dilihat dari isi kontennya yang lebih panjang dan lebih kompleks dibandingkan dengan cerpen. Novel adalah juga sebuah karya yang biasanya menceritakan tentang kehidupan beberapa manusia yang saling berinteraksi kepada sesamanya dan juga kepada lingkungannya.

Di dalam sebuah novel, biasanya pengarang berusaha semaksimal munngkin untuk memberikan arahan kepada pembaca untuk mengetahui pesan tersembunyi seperti gambaran realita kehidupan melalui sebuah cerita yang terkandung di dalam novel tersebut.

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa sebenarnya novel itu, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli di bawah ini.

  1. Menurut Drs. Jakob Sumardjo, novel adalah suatu bentuk sastra yang sangat populer di dunia, Bentuk sastra yang satu ini paling banyak beredar dan dicetak karena daya komunitasnya yang sangat luas di dalam masyarakat.
  2. Menurut Drs, Rostamaji, M.Pd, pengertian novel adalah suatu karya sastra yang memiliki 2 unsur; yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, dimana keduanya saling berkaitan karena saling berpengaruh dalam sebuah karya sastra.
  3. Menurut Agus Priantoro, S.Pd, novel ialah karya sastra yang memiliki dua unsur, yaitu intrinsik dan ekstrinsik keduanya saling terkait sebagai pengaruh timbal balik dalam literatur.
  4. Menurut Dr. Nurhadi, novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya, sosial, pendidikan, dan moral.
  5. Menurut Paulus Tukam, S.pd, novel ialah karya sastra dalam bentuk prosa dan memiliki unsur-unsur intrinsik di dalamnya.
  6. Menurut Sayuti, “2000:10”, novel seringkali dipertentangkan dengan cerpen, perbedaannya ialah bahwa cerpen menitikberatkan pada intensitas, sementara novel cenderung bersifat meluas “expands”. Novel yang baik cenderung menitikberatkan pada kemunculan complexity, yaitu kemampuan menyampaikan permasalahn yang kompleks secara penuh, mengkreasikan sebuah dunia yang “jadi”, berbeda dengan cerpen yang bersifat implisit yaitu menceritakan masalah secara singkat.

Ciri-ciri Novel

Sebuah karya sastra berbentuk novel dapat dikenali dari beberapa karakteristik yang membedakannya dengan karya sastra lainnya. Adapun ciri-ciri novel adalah sebagai berikut ini.

Ciri-ciri umum novel:

  1. Pada umumnya novel terdiri dari sekurang-kurangnya 100 halaman, atau jumlah katanya lebih dari 35.000 kata.
  2. Novel ditulis dengan suatu narasi dan deskripsi untuk menggambarkan suasana kejadian di dalamnya.
  3. Alur cerita di dalam novel cukup kompleks dan terdapat lebih dari satu impresi, efek, dan emosi.
  4. Umumnya setiap orang membutuhkan waktu setidaknya 120 menit untuk membaca habis sebuah novel.
  5. Cerita pada sebuah novel bisa sangat panjang, namun terdapat banyak kalimat yang diulang-ulang.

Ciri-ciri novel angkatan 20-an dan 30-an:

  1. Bertema masalah adat dan kawin paksa.
  2. Umumnya berisi kritikan terhadap adat lama.
  3. Tokoh yang diceritakan dari muda hingga meninggal dunia.
  4. Bahasanya kaku dan statis.
  5. Bahasanya sangat santun.
  6. Konflik yang dialami para tokoh kebanyakan disebabkan perselisihan dalam memilih nilai kehidupan (barat dan timur).
  7. Menggunakan kata-kata yang berlebihan.

Ciri-ciri novel remaja:

  1. Kebanyakan bertemakan tentang pertemanan atau persahabatan serta percintaan.
  2. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari yang digunakan oleh remaja.
  3. Ciri-ciri yang selanjutnya adalah sama dengan novel umum.

Ciri-Ciri novel terjemahan yang benar:

  1. Menonjolkan watak dan perilaku tokoh berdasarkan latar belakang sosial budaya asing karya novel tersebut diciptakan.
  2. Nama-nama tokohnya tidak begitu familiar.
  3. Latar tempatnya tidak berada di Indonesia.
  4. Bahasanya tidak mendayu-dayu.

Struktur Novel

Pada suatu novel terdapat beberapa elemen penting yang membentuknya menjadi suatu cerita yang utuh. Adapun struktur novel adalah sebagai berikut:

  1. Abstrak, merupakan bagian ringkasan isi cerita yang biasanya dapat ditemukan pada bagian awal cerita dalam novel.
  2. Orientasi, merupakan bagian penjelasan mengenai latar waktu dan suasana. Seperti terjadinya cerita, terkadang juga berupa pembahasan penokohan atau perwatakan.
  3. Komplikasi, yaitu urutan beberapa kejadi yang dihubungakan berdasarkan sebab-akibat.
  4. Evaluasi, yaitu struktur konflik yang terdapat pada novel dimana konflik yang terjadi mengarah ke suatu titik tertentu.
  5. Resolusi, merupakan bagian dalam novel yang memunculkan solusi atas konflik yang sedang terjadi.
  6. Koda, merupakan bagian akhir atau penutup cerita dalam novel.

Unsur-unsur Novel

Novel sebagai karya fiksi dibangun oleh dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut ini penjelasannya:

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang secara langsung ikut serta dalam membangun cerita. Berikut penjelasan unsur-unsur intrinsik dalam sebuah novel:

  • Tema

Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantik dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan. Tema dipandang sebagai dasar cerita atau gagasan umum dalam sebuah karya fiksi. Tema dalam sebuah karya fiksi sebelumnya telah ditentukan oleh pengarang untuk mengembangkan ceritanya.

  • Penokohan

Unsur Penokohan adalah pemberian watak atau karakter pada setiap pelaku dalam sebuah cerita. Para pelaku/tokoh bisa diketahui karakternya dari ciri fisik, cara bertindaknya, lingkungan tempat tinggal.

  • Alur

Alur merupakan rangkaian-rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya suatu cerita dalam novel. Alur dibedakan menjadi dua bagian, yaitu alur maju dan alur mundur.

Alur maju merupakan peristiwa yang bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Alur mundur merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi karena ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.

Tahap alur meliputi pengenalan, penampilan masalah, pemunculan konflik, puncak ketegangan, peleraian, dan penyelesaian.

  • Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan alat utama pengarang untuk menjelaskan atau menggambarkan serta menghidupkan cerita secara estetika. Jenis-jenis gaya bahasa antara lainnya adalah :

  1. Personafikasi : Merupakan gaya bahasa yang medeskripsikan macam-macam benda mati dengan cara memberikan berbagai macam sifat-sifat seperti manusia.
  2. Simile (Perumpamaan) : Merupakan suatu gaya bahasa yang mendeskripsikan sesuatu dengan pengibaratan atau perumpamaan.
  3. Hiperbola : Merupakan suatu gaya bahasa yang mendeskripsikan sesuatu dengan cara berlebihan dengan maksud memberikan efek yang berlebihan.
  • Latar

Latar atau setting yang disebut juga sebagai landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Latar adalah segala keterangan, pengacuan, atau petunjuk yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan situasi terjadinya peristiwa dalam suatu cerita. Latar berfungsi sebagai pemberi kesan realistis kepada pembaca. Selain itu, latar digunakan untuk menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh ada dan terjadi.

  • Sudut pandang

Sudut pandang adalah penempatan diri pengarang dan juga cara pengarang dalam melihat berbagai macam kejadian-kejadian dalam cerita yang dipaparkannya.

  • Amanat

Amanat adalah pesan moral yang disampaikan seorang pengarang melalui cerita. Amanat juga disebut sebagai pesan yang mendasari cerita yang ingin disampaikan pengarang kepada para pembaca.

Unsur Ekstrinsik

Selain unsur intrinsik, novel juga memiliki unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra yang tetap memiliki pengaruh terhadap isi atau sistem organisme dalam suatu karya sastra. Apa saja unsur-unsur ekstrinsik dalam novel ? Berikut ini adalah penjelasannya :

  1. Latar Belakang Pengarang, yaitu semua hal yang terkait dengan pemahaman dan motivasi pengaran novel dalam membuat karyanya. Misalnya; biografi, kondisi psikologis, aliran sastra.
  2. Latar Belakang Masyarakat, yaitu segala hal di masyarakat yang mempengaruhi alur cerita pada novel. Misalnya; kondisi sosial, politik, ekonomi, dan ideologi.
  3. Nilai-Nilai dalam Cerita. Dalam sebuah karya sastra mengandung nilai-nilai yang dapat disisipkan oleh pengarangnya. Nilai-nilai itu antara lainnya adalah: (1) Nilai moral, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak atau kepribadian seseorang. Entah itu baik ataupun buruk. (2) Nilai sosial, yaitu nilai yang berkaitan dengan norma-norma yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat. (3) Nilai budaya, yaitu konsep masalah dasar yang sangat penting dan mempunyai nilai dalam kehidupan manusia. (4) Nilai estetika, yaitu nilai yang berkaitan dengan seni dan estetika dalam sebuah karya sastra.

Jenis-jenis Novel

Secara umum, novel dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Adapun jenis-jenis novel adalah sebagai berikut:

Novel berdasarkan genre

Kalau di dunia musik juga ada genre pop, rock, reggae, dangdut, alternative, dll, buku novel pun juga seperti itu. Jenis novel berdasarkan genre dibagi menjadi:

  1. Novel Romance. Novel ini bercerita tentang kisah romance atau percintaan. Meskipun tema utamanya percintaan, tetapi kadang juga ada kisah lain di dunia percintaan. Contoh dari novel romance adalah : Ayat-ayat Cinta
  2. Novel Komedi. Novel yang dikemas dengan unsur komedi di dalamnya. Mayoritas ceritanya memang dibuat lucu untuk menghibur pembaca. Contohnya novel : Koala Kumal
  3. Novel Horor. Novel yang menceritakan kisah-kisah horor atau misteri. Biasanya dikemas dengan cerita yang membuat penasaran dan merinding. Ceritanya penuh dengan tanda tanya, yang membuat pembaca perlu memahami isi ceritanya.
  4. Novel Inspiratif. Novel yang tujuan dibuatnya untuk memberikan inspirasi. Ceritanya pun juga sangat memotivasi pembacanya.

Novel berdasarkan kebenaran cerita

Nah ini yang sudah banyak diketahui, novel berdasarkan kebenaran cerita itu ada dua yakni:

  1. Novel fiksi. Sesuai namanya,novel berkisah tentang hal yang fiktif dan tidak pernah terjadi,tokoh,alur maupun latar belakangnya hanya rekaan/khayalan penulis saja
  2. Novel non fiksi. Novel ini kebalikan dari novel fiksi yaitu novel yang bercerita tentang hal nyata yang sudah pernah terjadi,lumrahnya jenis novel ini berdasarkan pengalaman seseorang,kisah nyata atau berdasarkan sejarah.

Novel berdasarkan isi dan penokohan

Satu lagi jenis novel yang digolongkan dari isi serta tokohnya. Ada beberapa macam dikategori ini.

  1. Teenlit. Berasal dari kata teen yang berarti remaja dan lit dari kata literature yang berarti tulisan /karya tulis .Jenis novel ini bercerita seputar permasalahan para remaja umumnya,tentang cinta atau persahabatan. Tokoh dan pangsa pasarnya novel ini adalah anak usia remaja,usia yang di anggap labil dan memiliki banyak permasalahan.
  2. Novel Chicklit. Novel ini lebih berisi tentang kisah-kisah dan masalah yang dihadapi wanita muda.
  3. Novel Songlit. Sesuai dengan namanya, novel ini berisi tentang sebuah lagu. Isinya menjabarkan dari judul sebuah lagu.
  4. Novel Dewasa. Novel ini berisi tentang cerita dan kisah problematika kaum dewasa dan ada yang sedikit menyinggu masalah sesnsualitas.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian, ciri-ciri, unsur, struktur serta jenis dari novel. So, semoga artikel di atas berguna dan bisa menambah wawasan bagi Anda. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya.